Saturday, December 04, 2010

Pengertian ilmu yang bermanfaat




ILMU? hmmm...bila disebut tentang ilmu, Ilmu itu ibarat cahaya.Dengan ilmu hidup kita jadi terang,tanpa ilmu, hidup tidak bermakna.Imu yang pertama wajib kita pelajari ialah MA'RIFATULLAH (MENGENAL ALLAH). Pengertian ilmu amatlah luas dan banyak cabang-cabang ilmu...bukan semua ilmu kita boleh ambil dan praktikkan..ilmu yang kita mahu pelajari mestilah ilmu yang jelas dan benar dari segi syarak.Ilmu sangat penting sehinggakan Surah yang pertama diturunkan oleh Allah ialah tentang ilmu iaitu "IQRA", bacalah..daripada kita membacalah kita memperoleh ilmu. Apabila meninggal seseorang anak Adam itu maka terputuslah amalannya melainkan 3 perkara iaitu ILMU YANG BERMANFAAT, SEDEQAH DAN DOA ANAK YANG SOLEH." Jika semasa hidup kita, kita ada ajar/share ilmu yang baik dan orang yang diajarkan itu menyampaikannya pula pada orang lain,maka pahala kita tidak akan putus-putus selagi mana ilmu itu disebar dan diguna pakai tetapi jika semasa hidup kita, kita ada ajar/share ilmu yang tidak baik, maka adalah sebaliknya..dosalah yang kita dapat selagi mana ilmu yang tidak baik itu disebar-sebar dan diguna pakai,na'uzubillah..sebab tu la pentingnya kita mempelajari atau menuntut ilmu yang baik dan benar. Yang membezakan antara orang kufur dan orang yang beriman itu ialah ILMUNYA..so aku ada terbaca sket tentang ilmu ni,nak share la kat sini.hope ia dapat memberi manfaat


Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Di dalam Al-Qur-an Allah Ta’ala menyebutkan ilmu pada kedudukan yang terpuji, iaitu ilmu yang bermanfaat. Dan ada juga Dia menyebutkan ilmu pada kedudukan yang tercela, iaitu ilmu yang tidak bermanfaat.

Adapun yang pertama, seperti firman Allah Ta’ala,
قُل هَل يَستَوِى الَّذينَ يَعلَمونَ وَالَّذينَ لا يَعلَمونَ ۗ

“… Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?’…” [Az-Zumar: 9]

Firman Allah Ta’ala,
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ وَالمَلٰئِكَةُ وَأُولُوا العِلمِ قائِمًا بِالقِسطِ ۚ لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ العَزيزُ الحَكيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali ‘Imran: 18]

Firman Allah Ta’ala.
وَقُل رَبِّ زِدنى عِلمًا

“… Dan katakanlah: ‘Ya Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’” [Thaahaa: 114]

Firman Allah Ta’ala.
إِنَّما يَخشَى اللَّهَ مِن عِبادِهِ العُلَمٰؤُا۟

“… Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama.” [Faathir: 28]

Firman Allah Ta’ala tentang kisah Adam dan pelajaran yang baginda dapat dari Allah tentang nama-nama segala sesuatu, dan memberitahukannya kepada para Malaikat. Para Malaikat pun berkata, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha bijak­sana.’” [Al-Baqarah: 32]

Dan firman Allah Ta’ala mengenai kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidhir. Nabi Musa berkata kepadanya,
قالَ لَهُ موسىٰ هَل أَتَّبِعُكَ عَلىٰ أَن تُعَلِّمَنِ مِمّا عُلِّمتَ رُشدًا

“Boleh kah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” [Al-Kahfi: 66]

Ini semua adalah ilmu yang bermanfaat. Dan terkadang Allah Ta’ala mengabarkan keadaan suatu kaum yang diberikan ilmu, namun ilmu yang ada pada mereka tidak bermanfaat. Ini adalah ilmu yang bermanfaat padahakikat nya, namun pemiliknya tidak mengambil manfaat dari ilmunya itu. Allah Ta’ala berfirman,
مَثَلُ الَّذينَ حُمِّلُوا التَّورىٰةَ ثُمَّ لَم يَحمِلوها كَمَثَلِ الحِمارِ يَحمِلُ أَسفارًا ۚ بِئسَ مَثَلُ القَومِ الَّذينَ كَذَّبوا بِـٔايٰتِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ لا يَهدِى القَومَ الظّٰلِمينَ

“Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak meng­amal kannya) adalah seperti keldai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat lah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [Al-Jumu’ah: 5]

Adapun ilmu yang Allah Ta’ala sebutkan pada kedudukan tercela, iaitu ilmu sihir seperti firman-Nya,
وَما يُعَلِّمانِ مِن أَحَدٍ حَتّىٰ يَقولا إِنَّما نَحنُ فِتنَةٌ فَلا تَكفُر ۖ فَيَتَعَلَّمونَ مِنهُما ما يُفَرِّقونَ بِهِ بَينَ المَرءِ وَزَوجِهِ ۚ وَما هُم بِضارّينَ بِهِ مِن أَحَدٍ إِلّا بِإِذنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمونَ ما يَضُرُّهُم وَلا يَنفَعُهُم ۚ وَلَقَد عَلِموا لَمَنِ اشتَرىٰهُ ما لَهُ فِى الءاخِرَةِ مِن خَلٰقٍ ۚ وَلَبِئسَ ما شَرَوا بِهِ أَنفُسَهُم ۚ لَو كانوا يَعلَمونَ

“… Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat. Dan sungguh mereka sudah tahu barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh sangat buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka mengetahui.” [Al-Baqarah: 102]

Dan firman Allah Ta’ala,
يَعلَمونَ ظٰهِرًا مِنَ الحَيوٰةِ الدُّنيا وَهُم عَنِ الءاخِرَةِ هُم غٰفِلونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia, sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.” [Ar-Ruum: 7]

Karena itulah As-Sunnah membagi ilmu menjadi ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang tidak bermanfaat, juga mengan­jurkan untuk berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat dan memohon kepada Allah Ta’ala ilmu yang bermanfaat. [1]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H) rahimahullaah mengatakan, “Ilmu adalah apa yang dibangun di atas dalil, dan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibawa oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang ada ilmu yang tidak berasal dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tetapi dalam urusan duniawi, seperti ilmu kedoktoran, ilmu hitung, ilmu pertanian, dan ilmu perdagangan.” [2]

Imam Ibnu Rajab (wafat th. 795 H) rahimahullaah mengatakan, “Ilmu yang bermanfaat menunjukkan pada dua hal.

Pertama, mengenal Allah Ta’ala dan segala apa yang menjadi hak-Nya berupa nama-nama yang indah, sifat-sifat yang mulia, dan perbuatan-perbuatan yang agung. Hal ini mengharuskan adanya pengagungan, rasa takut, cinta, harap, dan tawakkal kepada Allah serta ridha terhadap takdir dan sabar atas segala musibah yang Allah Ta’ala berikan.

Kedua, mengetahui segala apa yang diredhai dan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla dan menjauhi segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya berupa keyakinan, perbuatan yang lahir dan batin serta ucapan. Hal ini mengharuskan orang yang meng­etahuinya untuk bersegera melakukan segala apa yang dicintai dan diridhai Allah Ta’ala dan men jauhi segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya. Apabila ilmu itu menghasilkan hal ini bagi pemiliknya, maka inilah ilmu yang bermanfaat. Kapan saja ilmu itu bermanfaat dan menancap di dalam hati, maka sungguh, hati itu akan merasa khusyu’, takut, tunduk, mencin­tai dan mengagungkan Allah ‘Azza wa Jalla, jiwa merasa cukup dan puas dengan sedikit yang halal dari dunia dan merasa kenyang dengannya sehingga hal itu menjadikan nya qana’ah dan zuhud di dunia.” [3]

Imam Mujahid bin Jabr (wafat th. 104 H) rahimahullaah mengatakan, “Orang yang faqih (pintar) adalah orang yang takut kepada Allah Ta’ala meskipun ilmunya sedikit. Dan orang yang bodoh adalah orang yang berbuat durhaka kepada Allah Ta’ala meskipun ilmunya banyak.” [4]

Perkataan beliau rahimahullaah menunjukkan bahwa ada orang yang menuntut ilmu dan mengajarkan nya, namun ilmu tersebut tidak bermanfaat bagi orang tersebut kerana tidak membawanya kepada ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Imam Ibnu Rajab (wafat th. 795 H) rahimahullaah mengatakan, “Ilmu yang paling utama adalah ilmu tafsir Al-Qur-an, pen­jelasan makna hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan pembahasan tentang masalah halal dan haram yang diriwayatkan dari para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam terkemuka yang mengikuti jejak mereka…” [5]

Imam al-Auza’i (wafat th. 157 H) rahimahullaah ber kata, “Ilmu itu apa yang dibawa dari para Sahabat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, adapun yang datang dari selain mereka bukanlah ilmu.” [6]

Beliau juga mengatakan, “Ilmu yang paling utama adalah ilmu tafsir Al-Qur-an, penjelasan makna hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan pembahasan tentang masalah halal dan haram yang diriwayatkan dari para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam terkemuka yang mengikuti jejak mereka…” [7]

Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullaah mengatakan, Seluruh ilmu selain Al-Qur-an hanyalah menyibukkan, kecuali ilmu hadits dan fiqih dalam rangka mendalami ilmu agama.

Ilmu adalah yang tercantum di dalamnya: ‘Qaalaa, had-datsanaa (telah menyampaikan hadits kepada kami)’. Adapun selain itu hanyalah was was (bisikan) syaitan. [8]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberikan perumpamaan kepada kita mengenai orang yang faham tentang agama Allah Ta’ala, ia memperoleh manfaat dari ilmunya dan memberikan manfaat kepada orang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan perumpamaan orang yang tidak menaruh perhatian pada ilmu agama, dengan kelalaian nya itu mereka menjadi orang yang merugi dan bangkrut.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan­nya laksana hujan deras yang menimpa tanah. Di antara tanah itu ada yang subur. Ia menerima air lalu menumbuhkan tanaman dan rumput yang banyak. Di antaranya juga ada tanah kering yang menyimpan air. Lalu Allah memberi manusia manfaat darinya sehingga mereka minum darinya, mengairi tanaman, dan berladang dengannya. Hujan itu juga mengenai jenis (tanah yang) lain iaitu yang tandus, yang tidak menyimpan air, tidak pula menumbuhkan tanaman. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah, lalu ia mendapat manfaat dari apa yang Allah mengutus aku dengan­nya. Juga perumpamaan atas orang yang tidak menaruh perhatian terhadap nya. Ia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.” [9]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika datang membawa ajaran agama Islam, beliau mengumpamakannya dengan hujan yang diperlukan manusia. Keadaan manusia sebelum diutus Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam seperti tanah yang kering, gersang dan tandus. Kemudian kedatangan baginda membawa ilmu yang bermanfaat menghidupkan hati-hati yang mati sebagaimana hujan menghidupkan tanah-tanah yang mati.

Kemudian beliau mengumpamakan orang yang mendengar ilmu agama dengan berbagai tanah yang terkena air hujan, di antara mereka adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya. Orang ini seperti tanah subur yang menyerap air sehingga dapat memberi manfaat bagi dirinya, kemudian tanah tersebut dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan sehingga dapat memberi manfaat bagi yang lain.

Di antara mereka ada juga orang yang menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu namun dia tidak mengamalkannya, akan tetapi dia mengajarkannya untuk orang lain. Maka, dia bagaikan tanah yang tergenangi air sehingga manusia dapat memanfaatkannya. Orang inilah yang disebut dalam sabda beliau, “Allah memperindah seseorang yang mendengar perkataan-perkataanku dan dia mengajarkan nya seperti yang dia dengar.” Di antara mereka ada juga yang mendengar ilmu namun tidak menghafal/menjaganya serta tidak menyampaikannya kepada orang lain, maka perumpamaannya seperti tanah yang berair atau tanah yang gersang yang tidak dapat menerima air sehingga merosak tanah yang ada di sekelilingnya.

Dikumpulkannya perumpamaan bahagian pertama dan kedua disebabkan keduanya sama-sama bermanfaat. Sedangkan dipisahkannya bahagian ketiga disebabkan tercela dan tidak bermanfaat.

Jadi, perumpamaan hadits di atas terdiri dari 2 (dua) kelompok. Perumpamaan pertama telah dijelaskan sebelumnya. Sedangkan perumpamaan kedua, bahagian pertamanya adalah orang yang masuk agama Islam namun tidak mengamalkan dan tidak mengajarkannya. Kelompok ini diumpamakan dengan tanah tandus sebagaimana yang diisyaratkan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, “Orang yang tidak menaruh perhatian terhadapnya.” Atau dia berpaling dari ilmu sehingga dia tidak dapat memanfaatkannya dan tidak pula dapat memberi manfaat kepada orang lain.

Adapun bahagian kedua adalah orang yang sama sekali tidak memeluk agama, bahkan telah disampaikan kepadanya pengetahuan tentang agama Islam, tetapi ia mengingkari dan kufur kepadanya. Kelompok ini diumpamakan dengan tanah datar yang keras, dimana air mengalir di atasnya, tetapi tidak dapat memanfaatkannya. Hal ini diisyaratkan dengan sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Dan tidak peduli dengan petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.”

Ath-Thibi berkata, “Manusia terbahagi menjadi dua”.

Pertama, manusia yang memanfaatkan ilmu untuk dirinya namun tidak mengajarkannya kepada orang lain.

Kedua, manusia yang tidak memanfaatkan ilmu bagi dirinya, namun ia mengajarkan kepada orang lain.”

Menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalani, kategori pertama masuk dalam kelompok pertama. Sebab, secara umum manfaatnya ada walaupun tingkatan nya berbeza. Begitu juga dengan tanaman yang tumbuh, di antaranya ada yang subur dan memberi manfaat kepada manusia dan ada juga yang kering. Adapun kategori kedua walaupun dia mengerjakan hal-hal yang wajib dan meninggalkan yang sunnah, sebenarnya dia termasuk kelompok kedua seperti yang telah kami jelaskan; dan sean­dainya dia meninggalkan hal-hal wajib, maka dia adalah orang fasik dan kita tidak boleh mengambil ilmu darinya.

Orang seperti ini termasuk dalam sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Orang yang tidak menaruh perhatian terhadap nya.” [10]

Memandangkan aku ni seorang yang menyampaikan ilmu,agak gerun jugakla sebab aku takut sangat-sangat kalau aku ada tersilap atau tersalah dalam menyampaikan ilmu.Moga Allah mengampunkan dosa-dosaku...ya Allah...

Friday, December 03, 2010

Nihongo o benkyou shimashou!

alhamdullillah dgn rahmat & kasih sygNya,Allah masih lg pjgkan usia aku smpai arini,alhamdullillah...mlm td b4 tdo,tetibe mai 1 idea ni nk masukkan entry pe kt blog ni..aku nk share sket le nihongo (BHS JEPUN)kat blog ni sebab aku suke sangat2 ngan jepun nih..nk jadi cam yankumi sensei haha..ade le sket yg aku tau, meh kite sama2 balajaq noo...NIHONGO O BENKYOU SHIMASHOU ( jom blajar bahasa jepun!)..aku sj letak gambo mount fuji yg kt jepun tu dengan shinkansen.shinkansen tu maksud die "bullet train"




1st, nk share sket psl greeting,well biasala apa2 bhs pun slalunye org mesti nak sebut paling koman pun psl greeting..kire dpt sket 1 ke 2 perkataan kire ok r tu kan hehe...ok kt bwh ni ade sket greeting yg biasa digunakan...

GREETING

Ohayoo gozaimasu = Selamat pagi
Konnichi wa = Selamat tengahari/Hello (leh start sebut dr pukul 11 pg)
Konban wa = Selamat petang atau leh sebut msa mlm tp korang lum masuk tido)
Oyasumi nasai = Selamat malam (sebut oyasumi je pun da cukup/sebut msa korang
masuk tido)
Ogenki desu ka? = Apa khabar? [Are you in good spirits?]
Genki = Sihat/ good spirits
Genki desu = Sihat sangat.
Arigatoo gozaimasu = Terima kasih
Okagesama de = Thank you. [Due to your kind thought, am well]
Onamae wa nan desu ka? = Siapa nama awak? (ni formal)
Onamae wa? = Nama awak? (x formal)
Atiqah to mooshimasu = Nama saya Atiqah.
Atiqah desu = Saya Atiqah.
Watakushi no namae wa Atiqah desu = Nama saya ialah Atiqah (formal abis)
Gomen nasai = Excuse me./minta maaf.
Ii desu = tidak mengapa
Sayounara = Selamat tinggal
Do-itashi-mashite = Sama2 (sebut klu org kata kt kite 'arigatou')
Sumimasen = I'm sorry. / Excuse me. / Thank you.
Gomen-nasai = Maaf sangat2.
Do-shimashita-ka? = What's the matter?
Ki o tsukete = Jaga diri
Odaijini = Jaga diri(word ni nak sebut utk org yg tengah sakit/x sihat)
Daijoobu desu = Its OK
Onegai shimasu = Tolong (spt merayu/mintak tolong)
Chotto matte = Tunggu sebentar
Irimasen = Saya x nak/saya x perlukan
Mata ashita = Jumpe lagi esok
Irrashaimase = Selamat datang (ucapkan utk welcoming someone kt
restoran/bar/kedai.utk welcome org dtg kt umah tak sesuai)
Itadakimasu =(sebut b4 kite mkn/minum)
Gochisoo sama deshita = Thanks 4 the meal/drinks (sebut slps mkn n sebut pd org yg da
treat kite mkn/minum)
Tasukete kudasai = Tolong saya!
Yurushite kudasai = Maafkan saya

penat dah aku taip..wt skang ni,ni dulu la..nnti2 sambung lg..okay, nak g masak jap mata ja nee!

Thursday, December 02, 2010

ANATA TO ATASHI (u n me)

tetibe teringat kt kawan2 rindunyee...ps2 ade trjumpe lak 1 sajak tentang persahabatan ni tajuknye kau dan aku....tersentuh gak baca sajak nih..



Kau dan aku

Satu untuk kau satu untukku

Kau dan aku kita berjalan beriringan selalu

Tak ingin antara kita ada yang kurang

Maka kita saling melengkapi dan menguatkan

Saling memperingati sabda Rasul dan firman Tuhan

Dunia kita rasai bersama

Akhirat kita raih berdua

Kita menjalin persahabatan

Meski sifatmu jauh berbeda denganku

Andai aku pilih matahari kau memilih bulan

Andai aku sukakan putih kau sukakan hitam

Variasi ini melakarkan warna

bukan penghalang ukhuwah kita

keinginan dan cara hidup kita berbeza

namun kita disatukan dengan niat yang sama

saling mengenal berlandaskan iman

kadangkala virus ukhuwah menggoncang rasa

sifat mazmumah memah cinta

sifat mahmudah mulai sirna

titik hitam semakin nyata

prasangka, cemburu, dengki mulai beraja

perselisihan itu hal yang wajar teman

kerana kita bukan malaikat

kita berdua sudah memahami

Tuhan sayangi orang yang sabar

orang-orang yang dapat menahan marah

kita harus berfikiran jernih

meski syaitan mulai merantai dengan virus benci

meski kesedihan mulai hinggap

kekecewaan menyerkap

Teman pesanku padamu

usah berharap pada makhluk

hanya berharap pada Allah

usah berharap pada kesempurnaan

kesempurnaan hanya milik Tuhan

oleh itu disaat diriku kau sakiti

Aku pasti memaafkan

Kerana ukhuwah ini mengajar ku untuk berbaik sangka

bila kau aku sakiti kau tetap berlapang dada

kerana kau tahu bukan itu niatku, cuma khilaf manusia biasa

Disuatu saat kita pasti akan terpisah

Mungkin untuk sementara atau untuk selamanya

Semoga perpisahan menjadi saksi

Agar kita dinaungi rahmat Tuhan

Bertemu kerana Dia

Dan berpisah juga keranaNya

Akan ku kirimkan angin cinta dan rindu

Dalam doa-doaku kepadamu

Akanku abadikan dalam diari hatiku

suatu masa dahulu ku punya sahabat

Yang ku cintai kerana Tuhan

Islam sangat menitikberatkan tentang ukhwah.ada 1 hadis Rasul tentang ukhwah ni iaitu : Rasulullah s.a.w bersabda “ Daripada Nu’man bin Bashir r.a : Bahawa Rasulullah s.a.w bersabda : Perbandingan orang-orang mukmin pada kasih sayang mereka adalah seperti tubuh badan yg satu , apabila satu anggota berasa sakit seluruh badan akan turut merasainya.”

jadi,marilah kita bina ukhwah dan berkasih-sayang sesama kita krn Allah..peliharalah ukhwah yg telah dibina mga Allah kita mendapat rahmat dr Allah...i luv my fren!

tadaima!i'm home.....

alhamdullillah akhirnye dpt gak aku mengaktifkan blog aku ni yg mmg x prnh aktif...dr bln brp aku brenti x tulis apa2 entry heheh...template pun aku tukar..aku pkai template anime faveret aku,BLEACH..:)sbb sblm2 ni xde 'mood' sgt nk tulis2 kt blog nih...skg ni tgh dlm mood cuti sekolah,so duk umh je la tp x sepenuhnye duk umah coz nnti ade mcm2 program yg aku kna attend,alhamdullillah..msa mgu lps 27-28hb aku bru meluangkan masa utk rehlah brsama anak2 murid aku tahun 6...tu la last nk sama2 ngn diorang...x sangka da abis dah tugas aku sbg guru kls diorang..ni le 1st time aku jd guru kls tahun 6...best gak..walaupun diorang ni ade yg nkl2 tu,well biasela da nma murid kan...sabo je la..da duk umah ni rasa rindu lak kat diorang..ade ke x antara diorang tu yg rindu kat aku?haha..i juz wonder..(perasan tul)alhamdullillah akhirnye sume da settle...brdebar lak wait thn dpn 2011..adakah aku kena jd guru kls mana2 tahun lak?dunno?kt bawah ni ade le sket gambo2 aku ngan diorang ni..sj remind our memories hehe..






Tuesday, April 13, 2010

belajar bersabar...

salam sume...hmmm bru je abis kls bahasa arab ni kt tahun 2 tadi..dengan cuaca yg panas dan dgn ragam murid2 yg pelbagai,..sesungguhnya mereka sume tu cukup menguji kesabaranku huhu...xtau la td dlm kls ntah da berapa kali meninggikan suara kt murid2 tu..cpt2 aku istighfar n igt balik mcm cik rosdi ckp," anggap apa yg dilakukan tu sbg sumber pahala ".bile pike balik mmg btul,kalau kite letakkan sesuatu perbuatan tu sbg sumber pahala kite,insyaAllah kita dgn hati yg terbuka akan wt keje tu secara ikhlas dan tenang..pstu tadi masa ngajar tadi tu,de la sornag anak murid tu die nak pas2 surat la plak..die igt cikgunye x nampak kot..aku apalagi,trus amik n nak koyakkan..but b4 koyak,aku baca dulu..antara ayat yg ditulis, " hakimi nak kawin aqilah sbb dia cantik"..trus aku koyakkan kertas n geleng2 kan kepala..aku memebebel la kejap huhu..aku ckp..awk sume bru 8 tahun,apa yg awak tau??tuags awak skrg ialah belajar ],belajar dan trus belajar dan jgn wt yg bukan2...macam2 hal la budak2 sekarang ni..tu la aku ckp tadi,mereka sume ni mmg betul2 menguji kesabaran dan keimanan kita..apa pun,i luv my student!

Sunday, March 14, 2010

Mudahnya Menjadi Wanita Solehah.



Ciri-Ciri Wanita Solehah



Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah SWT.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat sahaja iaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1- Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah SWT ?
- Mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada muhrim atau mahram bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan ketaqwaan
- Berbuat baik kepada ibu bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah atau pun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami

- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya
selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberu di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya jika dalam kebenaran
- Tidak menerima tetamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fizikal & kecantikannya serta rumah tangga.

klu kite lihat balik,mcm senang je kan nk jd wanita solehah,tp nk laksanakan tu memerlukan kita bermujahadah mcm diri sy ni le...so renung2kanlah dan slmt beramal hehe...

sejenak..

salam sume..wahhh da lama betul rasnya x update blog ni ade la dlm 5 bln lbh...huhu...skang ni baru le ada rasa nk update...da masuk thn 2010 pun..masuk thn ni hampir 3 thn sy mengajar kt ghufran.thn ni gak tanggungjawab byk apatah lg jd guru kelas thn 6 yg murid2nye memang mencabar betul huhu...cepatnya masa berlalu..mcm x percaya gak thn ni umo menginjak ke 25..tua dah..umo semakin hari semakin bertambah..jika nak dibandingkan dgn amalan,adakah ianya seiring dgn pertambahan usia???tepuk dada,tanya iman...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...